Itu jalan milik siapa yang tak tahu diri hadir setiap waktu entah siang malam bahkan dini hari hanya untuk mengingatkan pada kenyataan pilu bernama rindu. Dia selalu datang mengetuk pintu bersikeras jadi milikku sedangkan kepura-puraan tak pernah jemu mengantarkan pada perdebatan lirih yang tentu saja perih.
Top Comments